oleh Dyas Aliffauzan
enjoy!!
***
Mungkin gw adalah cowo cengeng. Gw nangis saat gw gak kuat menghadapi masalah, tapi gw juga manusia. Gw hancur saat ngeliat bokap nyokap gw berantem didepan gw tanpa peduli kalo gw sakit
ngeliatnya. Mereka ngebiarin anaknya ngeliat kekerasan terjadi, bahkan mereka
nganggep kalo gw gak ada. Siapa yang mau jadi gw??pasti jawabannya gak ada.
Hidup di keluarga yang gak jelas. Nyokap yang sibuk shoping,arisan,hura-hura
gak jelas dan bahkan dia ngerasa kaya gak punya anak. Sedangkan bokap? Dia
orang yang gila kerja, buat dia times is money. Jadi gak ada waktu buat santai.
Buat dia kita bisa hidup bahagia dengan uang. Padahal itu salah. Kita bisa
hidup bahagia karena kasih sayang. Tapi nyokap dan bokap gw gak sadar akan hal
itu!!!!!
Itu adalah kisah seorang cowo bernama alvin jonathan. Sebenarnya hidup dia sangat berkecukupan. Tapi sayang ketidaksamaan prinsip orang tuanya menyebabkan alvin
benci akan hidupnya yang hanya diisi dengan pertengkaran. Bahkan alvin sempat
berpikir kenapa tuhan membiarkan dia lahir kedunia kalau hanya untuk melihat
ketidakharmonisan keluarganya. Bener-bener miris. Mungkin kalau bisa memilih
alvin lebih milih tinggal di keluarga yang sederhana tapi dipenuhi cinta dan
kasih sayang. Gak seperti kehidupannya. Yg setiap hari hanya diisi rasa sepi.
Atau bahkan pertengkaran.
“ALVINN KAMU MAU KEMANA” teriak mamahnya yang berusaha mengejar mobil alvin yang sudah melaju cukup jauh.
Percuma alvin tetap pergi. Bahkan mobilnya kini melaju sangat kencang. Di dalam mobil, alvin sempat meneteskan air matanya. Dia begitu sakit,sedih,marah,kesal dan
kecewa. Lagi-lagi dia harus nyaksiin papah dan mamahnya berantem.
“Gw mau pergi. Pergi yang jauh” ucap alvin mantap sambil terus melajukan mobilnya. Dia gak peduli banyak orang yang protes karena mobilnya yang berjalan terlalu
kencang. Yang terpenting buat alvin dia pergi jauh dari Jakarta dan orang
tuanya.
Setelah 3 jam alvin bertarung dijalan dengan mobil sportnya. Dia tiba di daerah bandung. Alvin lebih milih pergi ke sebuah desa kecil di kawasan lembang. Dia pengen
tenang.
Saat mobil itu melaju di jalan yang sepi alvin kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Sampai tiba-tiba sebuah sepeda lewat didepannya
“AWASSSSSS”teriak alvin berusaha memberhentikan mobilnya
Dan nyaris. Sepeda itu beserta orangnya hanya terjatuh. Dengan cepat alvin turun dari mobil
“lo gak papa kan?” tanya alvin sambil membantu seorang gadis yang tadi hampir ditabraknya
“gak papa ko” ucap gadis itu dengan nada sedikit kesakitan. Dengan bantuan alvin gadis itu berusaha berdiri
Alvin melihat cewe didepannya dari atas sampai bawah. Dari penampilannya alvin yakin gadis ini pasti penduduk asli desa ini. Dengan rok batik berwarna biru selutut dan
kaos berwarna putih ditambah dengan rambutnya yang diikat dua Udah ngeyakinkan
alvin kalo dia gadis desa sini
“mau gw anter ke rumah lo” tawar alvin ramah
Cewe itu hanya diam, tapi kemudian dia buka suara “rumah aku deket ko, kamu orang Jakarta ya?”
“iya, eh lo tau gak tempat penginapan di daerah sini?”
“disini gak ada. Tapi kalo kamu mau tinggal sebentar di rumah aku ada kamar
kosong kamu mau. Tenang aja disana juga banyak orang ko” tawar gadis itu dengan
senyum kecilnya
Alvin berpikir sebentar kemudian dia mengangguk. gak ada salahnya. Malah bagus kan jadi dia gak perlu repot nyari tempat penginapan lagi.
Gadis itu yang alvin tau bernama zevana pergi ke rumahnya dengan mengendarai sepeda mininya, sementara alvin mengikuti dari belakang dengan mobilnya.
Setibanya di rumah zevana alvin sempat takjub dan kaget. rumahnya luas namun arsitekturnya sangat tradisional. Dan lebih lagi disini banyak anak kecil. Ou
ternyata alvin baru sadar kalo ini adalah panti asuhan setelah membaca tulisan
yang terpampang di depan rumah ini.
“lo punya panti asuhan atau lo anak panti asuhan sini?” tanya alvin saat dia dan zevana duduk di teras rumah
“aku yang punya panti asuhan ini atau tepatnya orang tuaku” jawab zevana dengan senyum manisnya
“ou” alvin membulatkan mulutnya dan menatap anak-anak yang tengah asik bermain. Mereka sangat bahagia walaupun mereka tau kalo mereka tidak punya orang tua.
Mereka bisa tertawa lepas bagai tidak punya beban apapun. Sangat beda dengan
alvin. Walaupun orangtuanya lengkap tapi hidupnya sangat hampa. Bahkan mungkin
anak-anak disini jauh lebih beruntung dari alvin
“ini minumnya. Kamu pasti abis perjalan jauh ya” seorang ibu datang dengan membawa 2 gelas cangkir berisi teh hangat.
“makasih bu” ujar alvin ramah sambil meneguk tehnya.
“bu,boleh kan dia tinggal disini sementara?” tanya zevana
Ibu itu yang ternyata orang tua zevana mengangguk. dia mepersilakan alvin untuk tidur disalah satu kamar yang kosong.
Sebelum ke kamarnya alvin sempat bermain dan berbincang-bincang dengan anak-anak panti. Alvin bahagia melihat keceriaan mereka. Walau sangat sederhana tapi mereka bisa
bahagia. apalagi senyum mereka, bener-bener bisa bikin alvin ikut tersenyum.
Dari kejauhan zevana memandangi alvin dan anak-anak.
“sepertinya cowo itu sedang ada masalah” ucap zevana yang pandangannya tertuju pada alvin
“ze, kamu tau dia dari mana”
“eh ibu. Zeva juga gak tau, tapi diliat dari penampilannya sepertinya dia orang Jakarta”
“iya si ibu juga ngira gitu. Yaudah ibu ke dapur dulu nyiapin makan buat nanti malem”
“iya bu”
Sepeninggal ibunya zevana kembali menatap alvin yang kini asik bermain kejar-kejaran dengan anak-anak. Zevana berpikir untuk bertanya maksud kedatangan alvin ke bandung.
Tapi itu diurungkan zevana, dia gak mau ganggu.
>>>
Malam harinya selepas makan, alvin berjalan ke halaman depan. Dia duduk di sebuah pendopo sambil menikmati suasana malam di bandung. Pandangannya menerawang kedepan.
“Mungkin gak ya papah sama mamah nyariin gw, atau mereka gak sadar kalo gw
pergi” ujar alvin mencoba menahan kesedihannya.
“sebenarnya tujuan kamu kesini mau apa?” zevana berdiri dibelakang alvin, sambil membawa sebuah jaket berwarna hitam
Alvin menoleh kemudian kembali menatap kedepan “gw pengen menghindar dari kehidupan gw, intinya gw kesini buat nenangin diri”
“jadi bener dugaan aku kalo kamu ada masalah” zevana berjalan kearah pendopo dan duduk disebelah alvin “ini dari ibu, disini dingin” zevana menyodorkan jaket
hitam yang dibawanya
“thanks” jawab alvin singkat dan mengambil jaketnya
“masalah kamu sebenarnya apa?” tanya zevana kemudian
Alvin melirik zevana sebentar kemudian mengehela napasnya “gw benci sama kehidupan gw ze,gw pengen lari, pergi supaya gw tenang”
“apa dengan kamu lari semua masalah keluarga kamu itu selesai?” zevana menatap alvin disebelahnya
Alvin membuang mukanya “lo gak ngerti ze, kehidupan gw sungguh miris. Orang tua gw gak pernah ganggep gw ada, mereka sibuk sama urusan mereka masing-masing. buat
mereka yang penting apa yang gw mau mereka bisa turutin dan semua selesai.
Padahal enggak, yang gw butuhin sebenernya kasih sayang mereka,perhatian
mereka. Ze gw sirik sama anak-anak disini. Walaupun mereka gak punya orang tua
tapi mereka bisa bahagia” ucap alvin, sebuah senyum miris terukir di bibirnya
“mereka bahagia karena mereka ikhlas ngejalaninnya. aku yakin kalo kamu ikhlas kamu bisa ngejalaninnya. Hidup itu gak selamanya sempurna. Tapi karena itu semua
kita jadi tau kalo hidup kita penuh arti. Vin aku yakin orang tua kamu sayang
sama kamu. Tapi mungkin cara mereka ngungkapin rasa sayangnya itu gak seperti
apa yang kamu mau. Percaya gak ada orang tua yang gak sayang sama anaknya”
jelas zevana bijak. Alvin hanya terdiam mencerna kata-kata zevana tadi. Mungkin
ada benernya tapi gimana mau ikhlas kalo setiap hari harus liat keegoisan
orangtuanya
“gw tetep mau nenangin diri, sampai waktu yang gak bisa gw tentuin” kata alvin dengan tatapan tajam kedepan. Zevana mau bicara lagi tapi alvin malah pergi. Yah
mungkin dia perlu waktu. Pikir zevana
>>>
Matahari udah menampakan dirinya di ufuk timur. Perlahan zevana membuka matanya. Dilihatnya jam yang tergantung di dinding. ½ 6.
Dengan cepat zevana bergegas cuci muka dan beranjak ke dapur
“ibu,ada yang bisa zeva bantu” tanya zevana begitu dia sampai di dapur
“kamu bantuin ngiris wortel sama kentang aja nak” ucap ibunya yang kini asik dengan berbagai bumbu masak
Zevana bergegas mengambil pisau dan memotong wortel juga kentang yang terlihat masih segar. Gak lama setelah itu anak-anak panti yang umumnya perempuan datang dan
ikut membantu,
Di panti asuhan ini semua anak memang diajarkan untuk hidup mandiri dan gak selalu bergantung dengan orang lain, makanya setiap pagi anak-anak peremuan sudah
bangun untuk rapi-rapi dan beres-beres
Setelah masakan siap zevana bergegas memanggil anak-anak yang lain untuk makan. Sampai yang terakhir memanggil alvin yang dari tadi belum nampakin dirinya.
“alvin” zevana membuka pintu kamar alvin tapi nihil. Kamar itu kosong. Zevana coba cari alvin ke tempat lain tapi alvin juga gak ada
“ka zeva nyari alvin?” tanya seorang anak panti bernama iyan
“iya, kamu liat?”
“dia ke perkebunan teh ka dari tadi pagi”
“ou yaudah makasih ya” zevana tersenyum dan berlalu keluar.
Diambilnya sepeda dari garasi dan bergegas pergi ke perkebunan teh. Sebenarnya ngapain juga zevana bela-belain nyari alvin, toh dia bisa pulang sendiri tapi entah
kenapa ada sesuatu yang memaksa zevana untuk nyusul alvin.
Setibanya dikebuh teh, mata zevana mencari-cari orang yang dimaksud. Dan gak perlu waktu lama untuk zevana nemuin orang itu
“alvin” panggil zevana keras
Alvin yang sedang terdiam di sebuah pendopo menoleh, jujur aja alvin sempet kaget, tapi perasaan itu cepat dihilangkannya
Zevana yang melihat reaksi alvin hanya diam jadi gak sabaran, tanpa pikir panjang zevana menghampiri alvin.
“kamu ngapain, eh ya kamu pulang gih kita mau sarapan” ucap zevana yang napasnya sedikit tersenggal Karen cape
“gw belakangan aja” jawab alvin datar. Zevana melongo, ko cowo ini jadi dingin si. Batin zevana yang menatap aneh ke cowo didepannya. Belum hilang keheranan
zevana terhadap sikap dingin avin, alvin malah beranjak dari tempatnya. Dengan
langkahnya alvin berjalan ke sebuah sungai kecil yang berada gak terlalu jauh
dari tempatnya tadi. Zevana masih terdiam
“ze ngapain masih disitu sini deh” ucap alvin setengah berteriak. Zevana tersadar dari diamnya dan berjalan kearah alvin.
Sampai disana bukannya ngejelasin maksud ke sungai ini alvin malah menyipratkan air sungai ke zevana. Tentu aja zevana gak terima dan bales nyipratin alvin
“ayo loh ze. Kena” tawa alvin ceria sambil terus menyipratkan air sungainya. Zevana yang gak sanggup dengan serangan alvin yang bertubi-tubi akhirnya nyerah dan
menyingkir ke pendopo tadi. Alvin tertawa makin keras ngeliat baju zevana basah
semua. Bener-bener lucu, batin alvin yang tentu aja gak diucapkan secara
langsung.
Saat melangkah dengan sisa tawanya naas alvin terpeleset dan kepalanya membentur sebuah batu besar
“ALVINN” teriak zevana keras,
>>>
Perlahan alvin membuka matanya. Kepalanya terasa pusing. Entah apa yang terjadi pada dirinya
“kamu udah sadar. Syukurlah” senyum zevana menggembang dan wajahnya terlihat lega
“gw dimana?” tanya alvin masih gak ngerti dengan apa yang terjadi pada dirinya
“tadi kamu kepeleset dan kepala kamu kebentur batu”
Alvin mengingat kembali kejadian itu. tapi kepalanya masih pusing. Dilihatnya jendela yang terbuka. Suasana sudah mulai gelap. Berarti udah malem
“gw mau keluar ze” pinta alvin. Suaranya terdengar lirih.
Zevana menganggukan kepalanya dan mengambil sebuah kursi roda. Diajaknya alvin kehalaman rumah sakit. suasanan saat itu benar-benar indah.bintang bertaburan
dan menerangi cahayanya tanpa batas.
Alvin mendongakan kepalanya ke langit, menatap bintang-bintang yang dengan senangnya berkelip-kelip dengan indah.
“kamu gak mau ngabarin orang tua kamu tentang keadaan kamu sekarang ini. Aku yakin mereka khawatir”
“nihil ze. Gw gak yakin mereka peduli sama gw. Dan mungkin mereka gak sadar kalo gw pergi, jadi buat apa gw kasih tau”
Zevana menghela napasnya. Kasian alvin, dia frustasi karena orang tuanya
“kamu liat gak bintang diatas sana. Disana pasti ada bintang buat kamu, dan bintang itu yang akan bawa kamu pada kebahagian. Kamu harus inget vin Tuhan gak pernah
tidur, dia selalu ngedenger doa hambanya.”
“terus apa hubungannya sama bintang. Apa bener bintang bisa ngebawa gw pada kebahagian?”
“iya. Bintang hadir karena keajaiban dan kalo kamu percaya pada keajaiban pasti kamu bisa dapetin bintang yang bersinar dan bintang itu akan ngebawa kamu pada
keajaiban yang kamu harapkan. Tapi itu juga kalo kamu percaya dan kamu ikhlas.
Hidup itu penuh misteri dan kita gak akan tau apa yang akan terjadi besok tapi
kalo kita ikhlas ngejalaninnya baik itu buruk aku yakin kamu bakal nerima
semuanya dengan lapang dada tanpa menyesali apapun”
Alvin menatap zevana disebelahnya. Ucapannya tadi benar-benar dalam. Mungkin ada benarnya. Selama ini alvin emang menyesali kehidupannya dan alvin juga gak
pernah ikhlas ngejalaninnya. Ya zevana benar alvin harus ikhlas. Dan sekarang
alvin janji untuk ikhlas nerima semuanya.!!!
>>>
Hari ini matahari bersinar sangat cerah, udara di lembang juga sangat sejuk. Dengan semangat alvin membuka matanya. Dilihatnya zevana yang tertidur di sofa. sebuah
senyum mengembang dibibir cowo putih itu
Dengan langkahnya yang sulit alvin beranjak mengahampiri zevana. Di belainya rambut zevana lembut “thanks ya lo udah ngajarin gw banyak hal. Dan gw akan inget itu terus”
TOKK TOKK. Pintu kamar alvin terketuk,dan masuklah seorang suster “nak alvin ada yang mencari nak alvin di luar” kata suster itu ramah.
Alvin mengangguk dan beranjak keluar
Dan alvin hanya terperangah melihat tamu yang datang. Apa alvin mimpi? Tapi semuanya begitu nyata.
“alvin sayang” mamahnya berlari menghampiri alvin dan memeluknya erat. Yaps yang datang adalah papah mamah alvin. Sungguh ini luar biasa
“sayang kamu kenapa pergi si, dan sekarang kamu bisa ada di rumah sakit. kamu bikin khawatir mamah”
“mamah khawatir sama alvin?” tanya alvin masih gak percaya
Mamahnya saling pandang dengan papah. “kita khawatir, kita udah cari kamu kemana-mana bahkan semua temen kamu udah papah telfon. Maafin papah sama mamah ya karena
kita gak ngerti perasaan kamu” papahnya berjongkok dan gantian memeluk alvin
“iya sayang maafin kita ya” mamahnya tersenyum dan meneteskan airmatanya
Alvin sangat terharu, ini seperti mimpi indah, dan kalau memang ini mimpi alvin gak akan bangun.
Dari kejauhan zevana hanya tersenyum, alvin udah dapetin kebahagiannya, dan sekarang alvin gak akan pernah menyesali kehidupannya lagi.
…
Besoknya alvin sudah dibolehkan pulang, sebelum berangkat kejakarta alvin sengaja ngajak papah mamahnya ke panti asuhan yang selama di lembang alvin tempati. Ternyata
mamah papahnya udah tau tentang panti ini, malah tante nia (ibunya zevana) yang
ngasih tau keberadaan alvin di sini. Tentunya dengan menelfon dari HP alvin
yang tertinggal saat alvin pergi ke kebun teh
“mah pah alvin pergi bentar ya”
Mamahnya yang sedang asik ngobrol dengan tante nia mengangguk.
Alvin berjalan ke halaman belakang. Dilihatnya zevana yang sedang terdiam di ayunan. Alvin harus berterima kasih sama zevana.
“ze thanks ya”
Zevana tersadar dari lamunannya, dia menoleh dan melihat alvin yang berdiri disebelahnya
“buat apa?”
“buat nasihat lo. Lo bener kalo kita ikhlas ngejalanin hidup hidup itu bakal lebih berarti, dan lo tau gw udah dapetin bintang yang semalem” alvin tersenyum dan berjalan
mendekat
“sama-sama. Aku Cuma pengen kamu sadar kalo gak ada orang tua yang gak sayang sama anaknya. Oya kamu pulang hari ini?” tanya zevana. Entah kenapa ada perasaan sedih dan
kehilangan yang zevana rasain. Padahal dia baru ketemu alvin 4 hari ini tapi
seperti udah ketemu lama.
“iya. Sebenernya gw masih pengen disini, main sama anak-anak nikmatin suasana sejuk dan gw masih pengen belajar banyak dari lo”
Zevana terdiam dan menatap alvin dalam. Rasanya begitu berat untuk kehilangan cowo itu
“ze, gw ada sedikit kenang-kenangan buat lo” alvin tersenyum dan mengambil gelang hitam yang tergantung di tangannya “Cuma ini yang bisa gw kasih” alvin meraih tangan
zevana dan memasang gelang karet berwarna hitam itu
“makasih ya, aku pasti bakal merasa kehilangan banget” kata zevana tulus dan itu adalah kata hati zevana saat ini
“gw juga, walaupun pertemuan kita baru tapi gw ngerasa ini begitu berarti. Lo udah ngebuat hidup gw berubah dan gw gak akan lupain itu” alvin menggenggam tangan
zevana erat. Perasaan kehilangan juga sangat dirasakan alvin
“tapi gw janji kalo gw ada waktu gw pasti main kesini. Karena gw yakin gw gak akan bisa kehilangan lo” alvin menatap zeva dalam. Ada kasih sayang terpancar disana
Zevana tersenyum dan mengangguk “aku akan tunggu kamu ko”
“CIYEEEEE” sorak semua anak panti yang melihat adegan romantis didepannya
Alvin dan zevana menoleh. Beberapa saat kemudian mereka tersenyum dan tertawa bersama.
“ze, gw sayang sama lo” bisik alvin di telinga zeva.
Jantung zevana berdegup kencang, secepat itu alvin bilang sayang sama dia. Tapi zevana seneng “me too” zevana tersenyum simpul
…
Siang ini alvin bener-bener ngerasa hidupnya penuh arti, jujur aja susah untuk alvin ninggalin tempat ini. Pasti alvin akan kangen tawa anak-anak panti yang begitu
polos. Oya papah alvin juga udah janji loh untuk ngasih dana bantuan untuk
panti ini, baik sekolah ataupun untuk keperluan sehari-hari, zeva sama ibunya
juga gak perlu cape-cape masak karena papah alvin sengaja manggil orang untuk
bantuin tante nia dip anti. Dan zevana bisa sekolah serius tanpa harus ikut
bantu jagain anak-anak
“dadah semua, kita pergi dulu ya” teriak alvin dari jendela mobilnya
Semua anak panti,tante nia dan zevana melambaikan tangannya. Dan mobil itu melaju sampai tak terlihat lagi
Zevana hanya menatapnya dengan berbagai perasaan. Tapi satu yang pasti, zevana bahagia dan dia akan terus nunggu alvin. Zevana percaya alvin akan nepatin janjinya
“you always in my heart”
________TAMAT__________

Tidak ada komentar:
Posting Komentar